Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik,
Hai, aku Ari di tahun 2025 yang akan menjadi kupu-kupu setelah sebelumnya menjadi pupa. Entah kenapa writer's block ku ini terlalu amat sangat panjang ðŸ˜, sampai aku menemukan sebuah postingan iklan dari Instagram tentang "Penulis Subuh". Sesuatu hal terjadi bukan karena kebetulan, tentu ini semua dari Tuhan yang menggerakkan aku untuk bergabung di komunitas ini.
Lantas ketika sudah tergabung aku langsung terus bisa menjadi penulis handal nantinya? aaaahhh itu bukan yang aku pikirkan saat ini, aku ingin mengejar sebuah konsistensi. Keinginan ini tentu bukan serta merta aku ingin menjadi sempurna, tapi ini tentang proses. Terdengar klise, tapi ini yang aku alami saat ini. Entah nanti perjalanannya seperti apa, tapi aku akan mengikat keinginan ini dengan aku menulis. Karena ketika aku dalam fase yang tidak on fire lagi, aku masih bisa kembali menilik sebuah tulisan komitmen yang aku buat.
Perjalanan untuk menjadi tulisan ini tentu bukan hal yang instant, ada beberapa rentetan moment yang mendukung hingga akhirnya aku memulai kembali untuk menarikan jari-jari diatas keyboard. Awalnya aku membeli sebuah buku yang berjudul "Yang Merasa Malas" karya Ipnu R. Noegroho. Dijelaskan bahwa rasa malas dan ingin menunda-nunda ini memang hal yang sering terjadi, entah dalam apapun itu. Karena tidak ada oneday, yang ada sebenarnya sunday to saturday. Jika hal yang memang bisa dikerjakan hari dan detik ini juga maka lakukanlah. Kita tidak ada akan tahu apakah esok itu moment kita masih sama? jangan-jangan ketika kita menunda untuk melakukan besok eh ternyata ada aja moment yang kita merasa itu tidak pas.
Hal ini sering banget saya alami, karena penyebabnya adalah procastination atau menunda-nunda. Ketika saya memiliki waktu longgar untuk mengerjakan tugas salah satu mata kuliah yaitu informatics seminar, saya malah ongkang-ongkang karena ya gitu merasa masih ada banyak waktu sampai akhir dead line nanti. Alhasil Dosen saya sudah memberikan tenggat untuk pendaftaran itu ada di 4 hari terakhir penutupan. WHAT???? kayak orang paling sibuk dan menderita sedunia, karena harus menyelesaikan paper hanya dalam waktu 4 hari untuk submit. Akhirnya dengan terengah-engah di akhir sebuah kesempatan, boom accepted. Apakah sudah selesai? Belum, ternyata memang sesuatu yang dikerjakan dengan waktu yang mepet itu hasilnya kurang maksimal. WOW ketika sedang bahagia-bahagianya dengan rencana cantik staycation bersama keluarga, tetiba ada notifikasi bahwa harus ada proses yang diperbaiki dari saran para reviewer. HIDUP EMANG KADANG KOCAK,, 😂 dan kocaknya lagi adalah hanya diberikan waktu 4 jam saja untuk bisa accepted secara paripurna. Hareudang Hareudang ,,, kudunya menikmati liburan tapi kudu koprol untuk finishing revisi.
Aaaaah,, ini baru satu dari sekian banyak hal yang berakibat kurang baik, kurang pas, kurang maksimal dan pasti ada aja kurangnya. Untuk itu saya tergugah dengan sadar, bahwa kalau saya masih dalam fase ini terus saya pasti akan mengalami penurunan performance. Saya tidak bisa menampilkan diri saya dalam versi terbaik, baik itu menjadi diri pribadi, seorang istri, ibu bagi anak-anak saya, seorang karyawan swasta, dan sederet profesi atau peran saya apapun itu.
Akhirnya saya kembali untuk mengulang sesuatu yang telah lama tidak masuk dalam list hidup saya, yaitu sadar akan hidup. Pada salah satu podcast yang saya lihat dan dengar di YT "Suara Berkelas" bersama Bilal Faranov, beberapa narasumber ini daging-daging banget materinya. Yang paling awal saya dengarkan adalah ketika seorang public figure dengan public speaking yang menurut saya sangat WOW banget sampai saya manggut-manggut. Kemal Vivaveni, bagaimana semangatnya untuk berbagi ilmu tentang public speaking ini menurut saya sempurna. Dari sepanjang podcast yang saya dengarkan ada satu hal yang jadi point buat saya adalah konsistensi.
Untuk itu saya kembali membuka akun blogger saya agar bisa menuliskan apapun itu yang saya rasakan dan saya alami. Hari ini adalah hari ke-4 sejak saya bergabung dengan komunitas #penulissubuh. Dihari pertama adalah perkenalan anggota dan membaca file .pdf sebuah pengantar dari program yang akan kami jalani. Pada hari ke-2 kami diminta untuk merenungkan kira-kira genre tulisan apa yang akan kita ambil, menentukan judul, membuat outline dan nantinya mencicil menulis dan setoran tulisan. Namun tenang saja, Coach Aan hanya meminta seharian buat cari ide. Nah hari ke-3 itu seharusnya sudah setor outline, tapi apalah daya malah outing mulu wkwkwk.. 😂
Nah dihari ini kita diberikan materi tentang bagaimana membangun disiplin menulis. Pada paragraf awal disebutkan bahwa "Menulis adalah sebuah seni yang tidak hanya membutuhkan bakat, tetapi juga disiplin yang kuat", betul pake banget sih menurutku. Kalau hanya punya skill tapi tidak disiplin maka tulisan pun hanya bisa saja jadi draft yang berkarat ditumpukan besi tua. Hal itu juga yang saya pelajari dari buku yang saya baca selama hampir 1 tahun ini dan sampai hari ini belum selesai 😒. Karya James Clear yang memang best seller yaitu "Atomic Habits". Kebiasan kecil yang tidak boleh disepelekan karena dengan dilakukan terus menerus maka akan memberikan hasil yang luar biasa. Oke fix, maka kita mulai dulu dengan 1% melakukan kebiasaan baik.
Di hari ke-4 challenge pun dimulai dengan menulis dengan tema "Kenapa Aku Menulis?". Akhirnya saya memulai kembali untuk mengaktifkan blog saya. Kenapa saya menulis, karena saya berfokus pada pembiasaan. Semoga ikhtiar ini nantinya juga memberikan dampak yang baik ke diri saya dan semoga juga bisa menularkan kebaikan ke temen2 pembaca blog ini. Keep fight 🔥
Mulailah menulis dan nikmati setiap suara ketikan ini menjadi melodi indah untuk kita dengarkan.
#penulissubuh
